online 24 jam

JAYAPOS

Jumat, 9 juli 2014

BERITA DKI

JOKOWI MERAYAKAN  JAKARTA KE  52

Tepat hari ini, Jumat (21/6), Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo merayakan hari jadinya yang ke-52 tahun. Tak ada acara spesial yang dilakukan orang nomor satu di ibu kota untuk merayakan hari jadinya. Bahkan, seperti biasa, Jokowi tetap melakukan rutinitasnya yakni blusukan menemui warganya.  

Awalnya, para awak media yang biasa meliput kegiata Jokowi di Balaikota ingin memberikan kejutan dengan memberikan ucapan selamat serta dua buah kue tart. Namun, hingga siang hari, Jokowi tak kunjung terlihat di Balaikota. Tak hanya itu, beberapa warga juga terlihat ikut menunggu kehadiran Jokowi di Balaikota. Seperti yang dilakukan Elis Sukmawati dengan dua rekannya yang merupakan guru bantu yangg sudah menunggu kedatangan Jokowi sejak pukul 07.30.  

"Kami relawan guru bantu ingin mengucapkan selamat, semoga Pak Jokowi diberi kesehatan, panjang umur, dan sukses memimpin Jakarta," ujar Elis di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (21/6).

Tak hanya Elis dan rekan-rekannya yang memberikan ucapan selamat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama pun ikut memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Jokowi. "Kita harapkan beliau panjang umur, sehat dan bahagia mengemban tugas ini. Kuat, taat sama konstitusi bukan sama konstituen," kata Basuki.

Banjir ucapan selamat ulang tahun juga terlihat jejaring sosial Twitter. Akun pribadi Jokowi dengan nama @jokowi_do2 dipenuhi ucapan dan harapan mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa.

Seperti diketahui, Jokowi lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo di Surakarta, 21 Juni 1961. Sebelumnya, Jokowi mengaku tidak pernah merayakan ulang tahunnya karena merasa berasal dari desa. "Ya gimana? Wong saya ndeso, Saya nggak pernah ulang tahun," kata Jokowi. (tim)

 

Anas Hanya Emosi Menyampaikan Pidato Mengundurkan Diri

Jakarta,JayaPosNews

Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai, Anas Urbaningrum hanya emosi sesaat ketika menyampaikan pidato pengunduran diri, Sabtu (23/2/2013). Saat itu, Anas baru ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka terkait kasus Hambalang. Nurhayati tak melihat pidato tersebut sebagai bentuk perlawanan Anas.

"Saya melihat dan mendengarnya bahwa itu adalah emosi sesaat. Kita harus pahami bahwa Pak Anas manusia biasa dan kita semua juga terkejut dengan keputusan KPK," ujar Nurhayati yang ditemui di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2013). Ia berharap Anas tidak terbukti terlibat kasus dugaan gratifikasi dengan pemberian mobil Toyota Harrier.

Menurut Nurhayati, seluruh kader Partai Demokrat juga akan memberi dukungan moril maupun hukum kepada Anas. "Pak Anas ini kader yang baik dan kita semua tetap bekeyakinan, insya Allah Pak Anas nantinya tidak terbukti, juga Pak Andi Mallarangeng terus kita doakan," katanya.

Nurhayati membantah adanya ancaman mundur dari sejumlah loyalis Anas. Nurhayati menegaskan, tidak ada loyalis terhadap seseorang. Semua merupakan loyalis pada partai berlambang bintang mercy itu. "Tidak ada ancaman mundurnya loyalis. Tidak ada loyalis Anas, yang ada adalah loyalis terhadap partai," ujarnya.

Seperti diberitakan, Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat pasca-ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang. Anas berkeyakinan tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Namun, Anas merasa ada rangkaian yang saling berkait yang didorong kekuatan tertentu untuk menjadikannya tersangka. Ia juga menyatakan, hal itu baru permulaan dan ibarat sebuah buku, itu barulah halaman pertama.

Dengan mundurnya Anas, posisi ketua umum Demokrat kosong. Majelis Tinggi partai pemenang Pemilu 2009 itu pun langsung menggelar rapat. Hasilnya, Majelis Tinggi memberikan mandat kepemimpinan partai untuk sementara kepada dua Wakil Ketua Umum Max Sopacua dan Jhonny Alen Marbun, Sekretaris Jenderal Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas, dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto.

Demo Buruh Ke Istana Negara Jakarta

Jakarta,JayaPosNews

Massa demonstrasi buruh mulai berjalan masuk ke istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka berbaris berjalan dari arah Jalan Merdeka Barat ke Jalan Merdeka Utara.

Pantaan jayaposnews, massa datang berjalan kaki dan mendekati istana mulai pukul 12.05 WIB. Tetapi ada satu orator yang menaiki mobil sambil meneriakkan dan memanggil serikat pekerja yang berpartisipasi dalam demo tersebut. 

Sedikitnya ada dua serikat pekerja yang ikut demo yaitu Konferesi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Para massa mengibar-kibarkan bendera asal serikat masing-masing.

Mereka kemudian berhenti di jalan seberang istana Merdeka. Sampai saat ini, massa buruh masih berkumpul dan meneriakkan tuntutan mereka seperti tolak upah murah dan hapus /outsorcing/. Para polisi sudah tampak berjaga. Ada juga polisi yang berbaris panjang mengamankan istana.(tim)

 

Aksi Demo Buruh Dikawasan Pulo Gadung

Ribuan buruh yang bekerja di Kawasan Industri Pulogadung ikut berunjuk rasa di hari mogok buruh nasional, Rabu 3/10/2012. Masa Menutup  jalan masuk kawasan industri ini.

Sebagian buruh lain, sejak pagi berkeliling untuk mengajak para pekerja yang berada di kawasan ini untuk ikut berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya. Mereka Mereka Melakukan Sweeping sejak pukul 07.00 pagi.

Aksi para buruh ini menyebabkan Kawasan Industri Pulogadung Lumpuh Total dan tidak ada kegiatan produksi yang berjalan. Ada tiga tuntutan yang diteriakan oleh buruh yaitu penghapusan sistem kerja outsourcing, menolak upah murah dan pemberian jaminan kesehatan. Para buruh melakukan aksi dengan berorasi, membacakan puisi dan bernyanyi di bundaran kawasan industri yang berada di Jakarta Timur itu.

Berdasarkan pantauan Jayaposnews di lokasi, ratusan buruh memulai aksi dengan berkonsolidasi di pabrik-pabrik di kawasan industri Pulogadung sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, massa buruh pun memecah kelompok menjadi lima bagian. Empat titik berkumpul di akses masuk kawasan, satu kelompok melakukan sweeping di pabrik-pabrik. buruh menutup empat akses masuk ke kawasan industri, yaitu dari Jalan Kawasan Industri Pulogadung, Cakung; Jalan Buaran, Pulogadung; Pulogadung Trade Center, dan Jalan Bekasi Raya. Pengendara kendaraan bermotor yang hendak melintas pun diinstruksikan memutar balik dan mencari jalur alternatif.

Massa buruh yang melakukan sweeping datang ke pabrik menggunakan kendaraan roda dua. Beberapa perwakilan memasuki pabrik dan mengajak para buruh lainnya untuk ikut aksi dengan menggunakan pengeras suara. Beberapa buruh pun turut mengikuti aksi dan melakukan konvoi ke pabrik-pabrik selanjutnya.

Pabrik yang berada di kawasan industri tersebut memproduksi berbagai barang, mulai dari garmen, farmasi, elektronik, kertas dan sebagainya. Akibat unjuk rasa para buruh, aktivitas di pabrik-pabrik tersebut pun lumpuh. Hanya terdapat petugas keamanan yang berada di depan pabrik. (tim)